Perluas Pendidikan Antikorupsi, KPK Sambut Siswa SMP 1 Ayah dan SMP Islam Nurul Fikri
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menanamkan nilai-nilai integritas kepada generasi muda sejak usia dini. Melalui Direktorat Jejaring Pendidikan, KPK menggelar rangkaian kegiatan pendidikan antikorupsi yang melibatkan para pelajar dari SMP 1 Ayah, Jawa Tengah dan SMP Islam Nurul Fikri Banten
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini (3–4/2), diisi dengan berbagai agenda edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan pemahaman serta meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, KPK berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan sejak dini serta memiliki karakter antikorupsi yang kuat sebagai bekal membangun masa depan bangsa.
Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi KPK, Kurnia Puspita Sari, mengingatkan bahwa perilaku koruptif dapat terjadi di lingkungan sekolah, seperti menyontek, titip absen, hingga membolos. Ia menjelaskan bahwa perilaku koruptif memiliki banyak dampak negatif dan perlu diwaspadai sejak dini.
“Fakta di lapangan, pelaku tindak pidana korupsi di Indonesia menunjukkan kecenderungan usia yang semakin muda. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai integritas perlu dilakukan sejak dini agar tidak terbentuk kebiasaan menyimpang yang berpotensi berkembang menjadi praktik korupsi di kemudian hari,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, KPK juga memperkenalkan sembilan nilai antikorupsi yang dirangkum dalam akronim “Jumat Bersepeda KK”, yaitu Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Konsisten, Kerja Keras, dan Adil. Kesembilan nilai ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi generasi muda agar terbiasa menerapkan perilaku positif serta berperan sebagai agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berintegritas.
Manajer Pendidikan SMP Islam Nurul Fikri, Minchatun, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang pemberantasan korupsi, tetapi juga membuka cara pandang baru bagi siswa dalam memaknai integritas.
Menurutnya, materi yang disampaikan KPK menjadi bekal penting bagi siswa untuk mengenal sejak dini makna kejujuran, tanggung jawab, dan dampak buruk korupsi. “Kami berharap nilai-nilai integritas yang dipaparkan dapat tertanam kuat dalam diri siswa, sehingga kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan berani bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekolah berkomitmen untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi dalam kegiatan pembelajaran dan pembinaan karakter, sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang berintegritas dan berkontribusi positif bagi bangsa.
Pembentukan generasi antikorupsi perlu dipupuk sejak dini melalui penerapan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku koruptif berawal dari kebiasaan curang, tidak jujur, dan mengabaikan aturan. Karena itu, penanaman integritas sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam upaya pencegahan korupsi melalui jalur pendidikan.
Kilas Lainnya