Dua Dekade Lebih KPK Jaga Negeri, Integritas Diterjemahkan Lewat Aksi Sosial
Di usia ke-23, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hanya menengok capaian penegakan hukum, tetapi juga menjejakkan kaki lebih dekat ke denyut kehidupan masyarakat. Momentum Hari Bhakti KPK tahun ini diwarnai aksi kemanusiaan, mulai dari khitanan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga penyaluran donasi bagi korban bencana, sebagai penegasan bahwa integritas juga hadir lewat kepedulian nyata.
Bertempat di Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu (7/1), rangkaian kegiatan Hari Bhakti KPK ke-23 mengusung tema “Perkuat Sinergi, Siap Bertransformasi.” Tema ini dimaknai bukan sekadar refleksi perjalanan lembaga, tetapi juga ruang aksi untuk menerjemahkan nilai-nilai integritas dalam praktik sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menegaskan bahwa selama 23 tahun berdiri, KPK terus menjaga keseimbangan antara mandat penindakan dan pengabdian sosial.
“Kami hadir bersama masyarakat untuk saling peduli. Semakin banyak yang berpartisipasi, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan,” ujar Ibnu saat memberi sambutan.
Sejalan dengan itu, Ketua Dewan Pengawas KPK, Gusrizal, menyoroti dinamika panjang yang dilalui KPK dalam memberantas korupsi, yang menuntut sinergi dan integritas yang terus diperkuat seiring perubahan zaman.
“KPK akan terus meningkatkan sinergi dan integritas, transformasi juga menjadi kunci agar organisasi mampu mengikuti perkembangan,” ucapnya.
Aksi sosial Hari Bhakti KPK ke-23 terselenggara atas kolaborasi Korpri KPK dan Badan Amal Infaq KPK (BAIK). Salah satu kegiatan utamanya adalah khitanan massal gratis bagi 37 anak dari lingkungan KPK maupun masyarakat umum. Tak hanya layanan kesehatan, setiap peserta juga menerima bantuan alat tulis sekolah serta uang tunai sebesar Rp500.000.
Pada kesempatan yang sama, KPK menyalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp80 juta kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk membantu korban bencana di Provinsi Sumatera. Donasi tersebut bersumber dari zakat pegawai KPK yang dihimpun secara sukarela. Selain itu, layanan pemeriksaan kesehatan gratis juga disediakan bagi para orang tua atau pendamping peserta khitanan.
“Bantuan ini akan disalurkan untuk mendukung pemulihan di tiga provinsi terdampak (Sumatera),” ujar Ketua Baznas, Noor Achmad, saat serah terima dana bantuan dari KPK.
Lebih jauh, KPK juga membuka ruang partisipasi berkelanjutan bagi pegawai yang ingin menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Informasi dan mekanisme penyaluran dapat diakses melalui sekretariat masjid di lingkungan KPK agar penyaluran dilakukan secara terkoordinasi dan tepat sasaran.
Melalui Hari Bhakti KPK ke-23, lembaga ini menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar narasi institusional. Integritas, kepedulian, dan semangat transformasi diharapkan terus hidup, bukan hanya dalam upaya pemberantasan korupsi, tetapi juga dalam membangun kepercayaan publik melalui aksi nyata yang menyentuh kemanusiaan.