Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar kegiatan Anti-Corruption Knowledge Week (ACKNOW) 2024. Ketua KPK Nawawi Pomolango menyampaikan ACKNOW menjadi ajang bagi para insan KPK untuk belajar dan berbagi pengetahuan baik  dari pakar eksternal maupun dari insan KPK. Ini merupakan salah satu upaya KPK untuk mendorong kinerja dan meningkatkan produktivitas organisasi.   

“ACKNOW telah dimulai KPK sejak 2019. Melalui pengetahuan diharapkan dapat mendorong kompetensi pegawai KPK yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja dan produktivitas organisasi. Meningkatkan kinerja KPK pada kondisi saat ini merupakan sebuah tantangan besar yang harus dihadapi. Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia pada Mei 2024 menyebut adanya penurunan kepercayaan publik terhadap KPK pasca revisi UU KPK,” ucap Nawawi saat membuka kegiatan di Auditorium Randi Yusuf, Gedung Anti-Corruption Learning Centre (ACLC) KPK, Jakarta, Senin (24/6).

Kondisi KPK selama dua dekade dipaparkan Nawawi sebagai bentuk perlawanan yang tidak kenal menyerah. Menjadi anak kandung reformasi, tak membuat KPK bekerja tanpa tantangan. Berkali-kali upaya melawan tindak pidana korupsi diuji.

“Semua perkara tindak pidana korupsi yang masuk ke pengadilan terbukti dan tidak pernah kalah. Ada satu perkara yang di pengadilan dinyatakan tidak terbukti. Tapi kita kembali mengupayakan dan di tingkat kasasi terbukti bersalah. Ini bentuk pantang menyerah insan KPK,” pungkasnya.

Nawawi kemudian menambahkan, tema ACKNOW 2024 Bangkit dengan Pengetahuan sangat relevan dengan prinsip lembaga KPK saat ini. Ia berharap pengalaman dan pengetahuan yang dibagi para pegawai dapat berkontribusi dalam upaya membangkitkan kembali marwah KPK sebagai lembaga yang dicintai dan dipercayai oleh masyarakat.

“Diharapkan ini mampu meningkatkan kompetensi pegawai KPK sehingga bekerja optimal sebagaimana harapan masyarakat,” ungkap Nawawi.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Wawan Wardiana menjelaskan, ACKNOW 2024 yang berlangsung selama lima hari mulai 24 hingga 28 Juni secara luring dan daring ini merupakan ajang berbagi pengetahuan formal yang ditempuh dari jalur pendidikan dan pengetahuan non formal yang diperoleh dari pelatihan dan pengalaman selama bertugas di KPK.

Wawan mengatakan berbagi pengetahuan antar insan KPK adalah bentuk lain upaya memperkuat pemberantasan korupsi dan kelembagaan KPK serta bentuk apresiasi bagi insan KPK yang telah menyelesaikan tugas belajar.

“Dalam kegiatan, utamanya adalah proses knowledge sharing yaitu berbagi pengetahuan dan pengalaman dari 22 insan KPK yang telah selesai melaksanakan tugas belajar baik di kampus luar negeri dan dalam negeri. Selanjutnya proses mewariskan dan mengakuisisi pengetahuan untuk menambah keilmuan insan KPK.  Selain itu saya harap kegiatan ini juga membangun budaya belajar, terutama bagi insan KPK yang baru berstatus CPNS,” ujar Wawan. 

Selain 22 insan KPK, sejumlah narasumber mumpuni di bidangnya turut berbagi ilmu pada kegiatan yaitu Mantan Wakil Ketua KPK 2015 – 20219 Laode M. Syarif,  Mantan Direktur Utama PT KAI Persero 2009 -2014 Ignasius Jonan, Spesialis Media Sosial Kementerian Keuangan Farchan Noor Rachman, EVP dan CAO PT Paragon Technology and Innovation Miftahuddin Amin, Pendiri Akon Labs Roby Muhamad dan Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII) Danang Widoyoko.

Top